Logo WhatsApp Ma'had Al Yusro Logo Instagram Ma'had Al Yusro Logo YouTube Ma'had Al Yusro Logo Facebook Ma'had Al Yusro
Temukan Informasi Yang Anda Cari

Keutamaan Hari Arafah

kembali Khutbah Fiqih prestasi Kegiatan Santri Kerjasama Aqidah Materi Kuttab Karya Tulis BPIP
Keutamaan Hari Arafah
Description of Keutamaan Hari Arafah
28 Views
2026-04-13 09:46:09

Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Islam. Hari Arafah adalah hari ke-2 dari hari-hari manasik Haji setelah hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Pada hari Arafah, jamaah Haji melakukan wuquf (berdiam diri) di padang Arafah, yang merupakan rukun paling penting dalam manasik Haji, sebagaimana dalam sabda Rasulullah ﷺ: 

الحجُّ عرفةُ

” Inti Haji adalah wukuf di Arafah.” (HR At-Tirmidzi).

Dikarenakan kemuliaan hari Arafah, maka sesungguhnya Allah tidak membatasi keutamaannya kepada orang yang sedang melakukan ibadah Haji saja, akan tetapi Allah jadikan keutamaannya meliputi seluruh kaum Muslimin yang belum mampu melaksanakan ibadah Haji, dengan disunnahkannya berpuasa pada hari Arafah dan memperbanyak doa pada hari itu.

Hari Arafah adalah hari berkumpulnya seluruh keutamaan:

1. Hari Arafah adalah salah satu hari di bulan Haram.

Allah berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” “Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At-Taubah [9]: 36).

Bulan-bulan haram diantara lain adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

2. Hari Arafah adalah salah satu hari di bulan-bulan Haji.

Allah berfiman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

“(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ(berkata kotor), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 197).

Bulan Haji ada 3, yaitu: Syawwal, Dzuqa’dah, dan Dzulhijjah.

3. Hari Arafah adalah salah satu hari di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Allah berfiman:

لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْر

“(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj [22]: 28).

Ibnu Abbas -Radhiyallahu 'anhumaa- berkata: “yang dimaksud “pada beberapa hari yang telah ditentukan” adalah: sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”

Allah juga berfiman:

وَالْفَجْرِۙ. وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

“Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr [89]: 1-2).

Ibnu Katsir -Rahimahullah- berkata: “yang dimaksud pada ayat ini adalah sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu Az-Zubair dan Mujahid dan lainnya.”

Dan Ibnu Sa’di -Rahimahullah- berkata: "Karena malam-malam tersebut mencakup hari-hari yang sangat mulia. Pada hari-hari ini, terdapat berbagai macam ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah yang tidak ditemukan di waktu lainnya. Salah satu puncaknya adalah Wukuf di Arafah, saat di mana Allah memberikan ampunan yang luas kepada hamba-hamba-Nya hingga membuat setan merasa sangat sedih. Tidaklah setan terlihat lebih hina dan lebih terusir selain pada hari Arafah, karena ia melihat turunnya para malaikat dan limpahan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya. Pada periode ini pula, banyak rangkaian ibadah Haji dan Umrah dilaksanakan. Semua ini adalah perkara-perkara yang agung dan mulia, sehingga sangat layak jika Allah bersumpah dengannya didalam Al-Qur'an.”

Adapun dalil dari Sunnah, Ibnu Abbas -Radhiyallahu 'anhumaa- berkata: telah bersabda Rasulullah ﷺ:

مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِي هَذِهِ‏"‏‏.‏ قَالُوا: وَلاَ الْجِهَادُ؟ قَالَ: ‏"‏ وَلاَ الْجِهَادُ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ

"Tidak ada amal baik yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih utama daripada amal yang dilakukan pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Kemudian beberapa sahabat Nabi SAW berkata, "Tidak juga jihad?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad, kecuali jihad seorang lelaki yang mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah) dan tidak kembali dengan sesuatu." (HR. Bukhari).

Perkataan Rasulullah ﷺ: “amal baik” mencakup seluruh amal kebaikan, seperti: shalat, sedekah, berpuasa, berdzikir, bertakbir, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturrahim, berbuat baik kepada makhuq Allah, bertetangga dengan baik, dan amalan baik lainnya.

Dahulu Sa’id bin Jubair -Rahimahullah- apabila telah masuk sepuluh awal bulan Dzulhijjah, beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah hingga hampir-hampir beliau tidak mampu melakukannya.

Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath: "Yang jelas nampak bahwa alasan keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah karena terkumpulnya ibadah-ibadah pokok di dalamnya, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji, dan hal ini tidak terjadi di waktu yang lain."

4. Pada hari Arafah, Allah -'azza wa jalla- menyempurnakan Islam bagi kita, dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kita. 

Terdapat riwayat bahwa seorang laki-laki dari Yahudi datang kepada Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu lalu berkata: "Wahai Amirul Mukminin, ada satu ayat dalam kitab kalian yang kalian baca, seandainya ayat itu turun kepada kami kaum Yahudi, niscaya kami akan menjadikan hari tersebut sebagai hari raya". Beliau (Umar) berkata: "Ayat apa itu?". Ia berkata:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu…" (QS. Al-Maidah [5]: 3).

Umar berkata: "Kami telah mengetahui hari itu, hari di mana ayat tersebut turun kepada Nabi ﷺ, saat beliau sedang berdiri (wukuf) di Arafah pada hari Jumat."

5. Hari Arafah adalah hari raya bagi orang yang sedang wukuf di Arafah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ مِنًى عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلَامِ

“Hari Arafah, Hari Nahr, dan hari-hari Mina adalah hari raya kita, kaum muslimin.” (HR. Abu Dawud).

6. Doa pada Hari Arafah sangat istimewa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.”

Beliau ﷺ juga bersabda:

وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Tirmidzi).

7. Allah membanggakan orang-orang yang berada di Arafah di hadapan para Malaikat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُبَاهِي بِأَهْلِ عَرَفَاتٍ أَهْلَ السَّمَاءِ

“Sesungguhnya Allah membanggakan ahlu Arafah di hadapan penduduk langit.” (HR. Ahmad).

8. Pada hari Arafah dimulainya takbir muqayyad.

Pada Hari Arafah, kaum muslimin mulai mengumandangkan takbir setelah salat wajib sejak Subuh.

9. Puasa Arafah sebagai penghapus dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa Hari Arafah menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya.” (HR. Muslim).

Jika telah terbukti bagi kita keutamaan hari ini, maka kita harus semangat dalam memanfaatkannya dan mengambil kesempatan pada hari-hari utama yang sedang berlangsung, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Sebab, hari-hari utama itu datang dan pergi. 

Telah shahih sebuah hadits dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

افعلوا الخير دهركم ، وتعرّضوا لنفحات رحمة الله ، فإنّ لله نفحات من رحمته ، يُصيب بها من يشاء من عباده 

“Lakukanlah kebaikan di sepanjang waktu kalian, dan carilah hembusan rahmat Allah, karena sesungguhnya Allah memiliki hembusan-hembusan dari rahmat-Nya yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya”. [Dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Kabir].

Dalam riwayat lain dalam Al-Mu’jam al-Awsath dengan sanad dari Muhammad bin Maslamah secara marfu’:

إنَّ لله في أيَّام الدهر نفحات فتعرَّضوا لها ؛ فلعلَّ أحدكم أن تُصيبه نفحة فلا يشقى بعدها أبدًا

“Sesungguhnya Allah memiliki hembusan-hembusan (karunia) pada hari-hari di sepanjang waktu kalian, maka carilah ia; karena bisa jadi salah seorang dari kalian mendapatkan satu hembusan itu sehingga ia tidak akan sengsara setelahnya selama-lamanya.”

Di antara hembusan karunia yang kita berharap balasan pahala di sisi Allah 'Azza wa Jalla, dan sudah sepatutnya kita sebagai seorang muslim untuk berusaha mendapatkannya dengan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala semaksimal mungkin, yaitu musim amal shalih, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan yang paling utama adalah dengan berpuasa dan berdoa di hari Arafah.

Kita memohon kepada Allah dengan Anugerah dan Rahmat-Nya agar memberikan Taufiq kepada kita untuk beribadah dengan baik di hari-hari ini, mengilhami kita untuk mensyukuri nikmat-Nya, membimbing kita untuk beramal shalih yang Dia ridhai, dan memasukkan kita dengan rahmat-Nya ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang shalih.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Sumber tulisan dari buletin berbahasa Arab (فضائل يوم عرفة للشيخ عبدالرحمن بن سلمان الحمادي) dengan beberapa penyesuaian yang diterjemahkan oleh Tim Imam Asy-Syafi'i: Umar Al-Faaruq, Zidan Rakhazlan Fikri, dan Fathan Pasundan (para santri Ma'had Tahfizh Al-Yusro yang tergabung dalam keanggotaan BPIP) dibawah bimbingan kepala BPIP, Al-Ustadz Anfal Yalda -Hafizhahullah-.
Penulis: Bidang Penelitian Ilmiah dan Perpustakaan (BPIP)

Nabi ﷺ Bersabda : "Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya". [HR. Muslim: 1893]

klik tombol di bawah untuk bagikan informasi ini,
‎جزاكم الله خيرا

kembali Khutbah Fiqih prestasi Kegiatan Santri Kerjasama Aqidah Materi Kuttab Karya Tulis BPIP